Teknis Budidaya Jamur Tiram

Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus), adalah jenis jamur edible (dapat dimakan), salah satu bahan pangan/sayuran, mengandung sarat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Jamur tiram banyak dibudidayakan di dataran tinggi di atas 800 m dpl dengan suhu berkisar antara 18-25 OC dan kelembaban di atas 80%. Namun kini, dengan sedikit memanipulasi lingkungan tumbuh, terutama suhu dan kelembaban, Jamur tiram berhasil dibudidayakan di dataran rendah pada ketinggian kurang dari 200 m dpl, seperti kawasan Sigli dengan suhu di atas 30 OC pada kelembaban 60-80%.

Pembuatan Media Tumbuh

  • Bahan Substrat atau media tumbuh jamur tiram adalah serbuk kayu (100 kg), dedak halus (10 kg), gypsum (1,5 kg), kapur (0,5 kg), glukosa (1 kg) dan air.
  • Peralatan yang digunakan adalah sekop, cangkul, karet gelang, tali raffia, kapas, plastik polypropylene ukuran 1,5 kg, sendok kayu

Cara Budidaya Jamur Tiram

  • Serbuk kayu, dedak, gypsum dan kapur dicampur merata dengan menggunakan sekop/cangkul. Setelah diaduk, bahan campuran diayak menggunakan saringan kawat, umtuk memisahkan kotoran kasar seperti potongan kayu, plastik, puntung rokok, dsb.
  • Tambahkan air hingga kelembaban media sekitar 55-60%. Untuk mengukur kadar air, dengan cara menggenggamnya. Apabila tidak remah dan tidak mengeluarkan air, berarti kelembabannya sudah cukup.
  • Masukkan media campuran ke dalam kantong plastik sampai dua pertiga bagian, sambil dipadatkan secukupnya.
  • Beri cincin dari pralon 0.5 inchi/bambu pada bagian satu pertiga kantong plastik bagian atasnya dibentuk seperti botol dan ikat dengan karet gelang.
  • Tutup padat lubang di atasnya dengan kapas/kapuk.
  • Baglog siap untuk disterilisasi.

Sterilisasi Media (Baglog)

  • Sterilisasi media tanam baglog menggunakan autoklaf/pengukus berukuran besar, seperti drum dengan 1/3 bagian bawah untuk cadangan air, atau berbentuk kotak dari bahan besi plat berukuran panjang x lebar x tinggi (1,5m x 1,5m x 1,8m) dengan pemanas/sumber api dari kayu bakar atau semawar minyak tanah/gas.
  • Sterilisasi baglog pada suhu uap 100 OC, selama 8-12 jam. Setelah disterilisasi, baglog dibiarkan hingga dingin kira-kira 12 jam.
  • Setelah media dingin maka dapat dilakukan inokulasi (penanaman bibit).

Inokulasi dan Inkubasi Baglog

Gunakan bibit bermutu dari penangkar terpercaya. Satu baglog bibit sebar untuk menginokulasi 20 baglog produksi. Langkah-langkah inokulasi/penanaman bibit adalah sebagai berikut:

  • Baglog bibit diremas-remas hingga menjadi bentuk serbuk.
  • Karet/cincin baglog dilepas, kemudian dimasukkan bibit 2-3 sendok makan (5% dari berat baglog). Lalu diratakan dan dipadatkan.
  • Baglog yang sudah ditanami bibit diikat kembali seperti semula dengan karet lalu disumbat dengan kapas.
  • Baglog dipindahkan ke ruang inkubasi (kubung jamur), diletakkan berdiri/mendatar/dimiringkan/pada rak-rak atau digantung dan dibiarkan hingga miselium tumbuh memenuhi media (4-6 minggu).

Sortasi Baglog

Baglog jamur yang tidak tumbuh atau terkontaminasi harus segera dipisahkan/dibuang agar tidak menular ke baglog lainnya. Dilakukan pada saat baglog berumur 2 minggu dan 4 minggu.

Pembukaan Baglog dan Penumbuhan Jamur

Baglog yang sudh dipenuhi oleh miselium (benang-benang spora berwarna putih), dibuka bagian atsnya dengan cara merobek plastik dengan menggunakan pisau.

Perhatian: pelubangan atau penyobekan dilakukan setelah kantung plastik terisi penuh miselium jamur (kurang lebih 40-60 hari setelah inkubasi).

Pemeliharaan

Ruangan kubung jamur harus diusahakan selalu bersih, suhu dipertahankan berkisar antara 20-25 OC dan kelembaban 80-90%, dengan cara menyiram lantai atau ruangan dan udara sekelilingnya menggunakan sprayer dengan cara dikabutkan.

Pemanenan

  • Panen biasanya setelah 10 hari sejak dilakukan pelubangan atau penyobekan kantung plastik (baglog). Panen berikutnya setiap 10 hari, selama 4-6 bulan, dengan ciri-ciri: tudung jamur cukup besar tetapi belum mekar penuh dengan diameter rata-rata tudung adalah 5-10 cm. panen dilakukan pagi hari, saat jamur masih segar. Jamur dicabut beserta akarnya.
  • Bersihkan jamur tiram dari kotoran yang menempel. Tempatkan pada niru/tampah bambu, dianginkan-anginkan. Masukkan pada kantong-kantong plastik warna putih bening ukuran 5 kg sambil ditimbang.
  • Jamur tiram dikemas dalam kemasan Styrofoam dan ditutup dengan plastik bening. Jamur tiram siap didistribusikan ke pasar atau disimpan di lemari pendingin (tahan 1-2 minggu).

Selamat mencoba!

Sumber : Dari Berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *