Penyebab Dan Dampak Deforestasi

Deforestasi merupakan pengurangan jumlah kawasan hutan menjadi penggunaan lain atau pengrusakan kawasan hutan sehingga menurunkan fungsi-fungsi ekologisnya. Sekitar 8 juta sampai 16 juta hektar hutan tropis dirusak setiap tahunnya antara tahun 1980an dan 1990an, perusakan ini melepaskan 0.8 milyar sampai 2.4 milyar ton karbon ke atmosfer. 20% pemanasan global disebabkan oleh deforestasi

PENYEBAB DEFORESTASI

  1. Deforestasi yang disebabkan manusia

a. Illegal logging (penebangan liar)

Penebangan liar ini merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan hutan. Kegiatan ini tak hanya dilakukan oleh masyarakat sekitar saja, perusahaan yang memiliki izin penebangan pohon pun kan jenis pelanggaran ini. Perusahaan yang telah memiliki izin, biasanya mereka melakukan penebangan melebihi batas yang sudah ditentukan. Penebangan liar yang terjadi biasanya dilakukan pada lahan yang diperuntukan untuk hutan produksi, hutan lindung bahkan hingga mencapai kawasan Konservasi seperti Suaka Margasatwa dan Taman Nasional. Permasalahan ini harus ditangani dengan serius. Jika tidak, hutan kita akan dibabat habis oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

b.Pembakaran hutan/lahan yang disengaja

Masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar akan mengakibatkan kebakaran hutan yang lebih besar. Mereka menganggap bahwa dengan cara membakar akan lebih mudah nantinya ketika melakukan proses pembersihan. Pola pikir seperti ini yang harus kita waspadai. Tak hanya hewan yang akan terkena dampaknya bila kebakaran hutan terjadi. Manusia juga akan terkena imbasnya. Asap yang ditimbulkan bisa menjadi penyebab polusi udara. Bahkan bisa menyebabkan kematian. Untuk itu, proses pelebaran lahan sebaiknya tidak dilakukan dengan cara dibakar. Namun, lakukanlah dengan sebagaimana mestinya.

c.Pembabatan Hutan

Pembabatan Hutan memiliki tujuan yang sama dengan pembakaran hutan, yaitu untuk melakukan perluasan lahan. Pembabatan Hutan biasanya dilakukan oleh masyarakat sekitar untuk meluaskan lahan pertanian dan mengambil hasil untuk memenuhi segala kebutuhan pokok. Namun, cara yang mereka lakukan tidaklah benar. Mereka melakukan pembabatan dengan cara merusak semua tanaman yang ada didalamnya tanpa memikirkan dampak yang akan dihasilkan kedepannya. Pembukaan hutan juga dilakukan oleh para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) untuk industri kayu maupun perkebunan kelapa sawit.

d.Perladangan berpindah

Perladangan berpindah merupakan upaya pertanian tradisional di kawasan hutan dimana pembukaan lahannya selalu dilakukan dengan cara pembakaran karena cepat, murah dan praktis. Namun pembukaan lahan untuk perladangan tersebut umumnya sangat terbatas dan terkendali karena telah mengikuti aturan turun temurun (Dove, 1988). Namun metoda ini sering berakibat kebakaran tidak hanya terbatas pada areal yang disiapkan untuk pengembangan tanaman industri atau perkebunan, tetapi meluas ke hutan lindung, hutan produksi dan lahan

e.Usaha Pertambangan

Pertambangan yang dilakukan disekitar areal perhutanan akan menyebabkan kerusakan hutan. Kandungan mineral yang berada didalam tanah akan dieksploitasi dalam jumlah besar sehingga merusak berbagai vegetasi di sekitarnya.

f.Transmigrasi

Program yang dilakukan oleh pemerintah ini sebenarnya memiliki tujuan yang sangat baik. Yaitu memberikan kesempatan pada masyarakat jawa yang ingin bekerja dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja di pulau-pulau lain seperti kalimantan, sumatra, sulawesi dan papua. Namun, kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah ini akan menjadi penyebab kerusakan hutan. Tiap transmigran akan mendapat tanah garapan seluas 2 hektar dan hutan yang ada akan dibuka untuk lahan pemukiman transmigrasi.

2. Deforestasi yang disebabkan oleh kejadian alam

a.Musim kemarau yang panjang

Musim kemarau yang panjang akan memicu timbulnya kebakaran hutan. Dengan kata lain, kebakaran hutan yang timbul tidak hanya dihasilkan oleh manusia melainkan alam pun menjadi salah satu penyebabnya. Namun, kejadian seperti ini kita tidak bisa banyak berbuat. Karena semua itu terjad karena kehendak Allah. Akan tetapi, yang perlu kita gairs bawahi adalah terjadinya musim kemarau yang panjang salah satunya disebabkan oleh pemanasan golobal atau efek rumah kaca. Kembali lagi kepada manusia itu sendiri, semua yang kita perbuat pasti ada imbasnya.

b.Letusan gunung

Lava atau magma yang keluar dari perut bumi akan menyebabkan kerusakan hutan disekitarnya. Tak hanya hutan, letusan gunung ini pun dapat memusnakan seluruh kehidupan yang ada pada areal tersebut. Letusan gunung ini terjadi karena tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung didalam perut bumi. Sehingga membentuk retakan-retakan dan pergeseran lempeng pada kulit bumi.

c.Gelombang Tsunami

Bencana alam seperti  tsunami yang dasyat seperti yang terjadi di Aceh dan sekitarnya akibat gempa pada akhir tahun 2014, juga dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan hutan, terutama hutan-hutan yang berada di wilayah pesisir, akibat hempasan gelombang tsunami yang dasyat. Akan tetapi fungsi hutan-hutan di bagian pesisir dapat mengurangi/meredam gelombang  tsunami terhadap manusia sehingga hutan yang akan mengalami kerusakan.

Dampak dari Deforestasi

  1. Efek Rumah Kaca (Green house effect)

Hutan merupakan paru-paru bumi yang mempunyai fungsi mengabsorsi gas CO2. Berkurangnya hutan dan meningkatnya pemakaian energi fosil (minyak, batubara dll) akan menyebabkan kenaikan gas CO2 di atmosfer yang menyelebungi bumi. Gas ini makin lama akan semakin banyak, yang akhirnya membentuk satu lapisan yang mempunyai sifat seperti kaca yang mampu meneruskan pancaran sinar matahari yang berupa energi cahaya ke permukaan bumi, tetapi tidak dapat dilewati oleh pancaran energi panas dari permukaan bumi. Akibatnya energi panas akan dipantulkan kembali kepermukaan bumi oleh lapisan CO2 tersebut, sehingga terjadi pemanasan di permukaan bumi. Inilah yang disebut efek rumah kaca.

Kalau ini berlangsung terus maka suhu bumi akan semakin meningkat, sehingga gumpalan es di kutub utara dan selatan akan mencair. Hal ini akhirnya akan berakibat naiknya permukaan air laut, sehingga beberapa kota dan wilayah di pinggir pantai akan terbenam air, sementara daerah yang kering karena kenaikan suhu akan menjadi semakin kering.

  1. Kerusakan Lapisan Ozon

Lapisan Ozon (O3) yang menyelimuti bumi berfungsi menahan radiasi sinar ultraviolet yang berbahaya bagi kehidupan di bumi. Di tengah-tengah kerusakan hutan, meningkatnya zat-zat kimia di bumi akan dapat menimbulkan rusaknya lapisan ozon. Kerusakan itu akan menimbulkan lubang-lubang pada lapisan ozon yang makin lama dapat semakin bertambah besar. Melalui lubang-lubang itu sinar ultraviolet akan menembus sampai ke bumi, sehingga dapat menyebabkan kanker kulit dan kerusakan pada tanaman-tanaman di bumi.

  1. Kepunahan Spesies

Hutan di Indonesia dikenal dengan keanekaragaman hayati di dalamnya. Dengan rusaknya hutan sudah pasti keanekaragaman ini tidak lagi dapat dipertahankan bahkan akan mengalami kepunahan. Dalam peringatan Hari Keragaman Hayati Sedunia dua tahun yang lalu Departemen Kehutanan mengumumkan bahwa setiap harinya Indonesia kehilangan satu spesies (punah) dan kehilangan hampir 70% habitat alami pada 10 tahun terakhir ini

  1. Banjir dan Kekeringan

Dalam peristiwa banjir yang sering melanda Indonesia salah satu akar penyebabnya adalah karena rusaknya hutan yang berfungsi sebagai daerah resapan dan tangkapan air (catchment area). Hutan yang berfungsi untuk mengendalikan banjir di waktu musim hujan dan menjamin ketersediaan air di waktu musim kemarau, akibat kerusakan hutan makin hari makin berkurang luasnya. Tempat-tempat untuk meresapnya air hujan (infiltrasi) sangat berkurang, sehingga air hujan yang mengalir di permukaan tanah jumlahnya semakin besar dan mengerosi daerah yang dilaluinya. Limpahannya akan menuju ke tempat yang lebih rendah sehingga menyebabkan banjir.

Bencana banjir dapat akan semakin bertambah dan akan berulang apabila hutan semakin mengalami kerusakan yang parah. Tidak hanya akan menimbulkan kerugian materi, tetapi nyawa manusia akan menjadi taruhannya. Selain banjir, karena tanah yang berfungsi menyerap air sudah tidak berjalan sesuai fungsi seharusnya, maka pasokan air akan semakin berkurang. Ketika datang kemarau akan mengakibatkan kekeringan.

Menurut Said Alfrillian Noor (2010) Perubahan Iklim merupakan fenomena global yang disebabkan oleh kegiatan manusia dalam penggunaan bahan bakar fosil serta kegiatan alih guna lahan dan kehutanan yang mengakibatkan hutan sebagai paru-paru dunia semakin berkurang. Kerusakan hutan seperti penebangan liar, pembakaran hutan dan konversi lahan (perkebunan dan pertanian, pemekaran wilayah, pertambangan dan pemukiman) yang dilakukan oleh manusia mengakibatkan hilangnya fungsi penyerapan karbon yang meyerap CO2 di atmosfer sehingga peningkatan Gas Rumah Kaca mengakibatkan suhu permukaan bumi akan semakin memanas atau yang kita sering sebut dengan pemanasan global (Global Warming).

Selain itu juga dampak lain yang akan terjadi dalam skala global adalah

  1. Peningkatan suhu sedang – sejak tahun 1990, suhu rata-rata tahunan telah meningkat sekitar 0.3 derajat Celsius pada seluruh musim;
  2. Peningkatan intensitas curah hujan – curah hujan per tahun diperkirakan meningkat 2-3% di seluruh Indonesia, dalam periode yang lebih pendek, meningkatkan resiko banjir secara signifikan;
  3. Ancaman terhadap keamanan pangan sebagai akibat perubahan iklim pada bidang pertanian;
  4. Naiknya permukaan air laut – ini akan menggenangi daerah produktif pantai, mempengaruhi pertanian dan penghidupan pantai termasuk pertambakan ikan dan udang, produksi padi dan jagung;
  5. Air laut bertambah hangat – mempengaruhi keaneka ragaman hayati kelautan dan memberi tekanan lebih pada terumbu karang yang sudah terancam;
  6. Merebaknya penyakit yang berkembang biak lewat air dan vektor – seperti malaria dan demam berdarah.

Oleh : Nuraini, S.Hut, MP

(Penyuluh Kehutanan)

Sumber : dikaji dan dikumpulkan dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *