Bambu Sebagai Tanaman Konservasi

Masyarakat pedesaan kita sejak zaman dahulu sudah menggunakan bambu untuk berbagai keperluan penunjang hidup, seperti membuat rumah atau perabotan rumah tangga. Namun tanaman ini sebenarnya tidak hanya bisa mendatangkan manfaat ekonomi belaka. Bambu juga punya potensi besar untuk dijadikan sebagai tanaman konservasi lingkungan.

Kegunaan bambu sebagai tanaman konservasi masih kurang di sadari oleh masyarakat awam saat ini, berbeda dengan masyarakat zaman dulu, yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal, menjunjung tinggi kelestarian lingkungan. Adapun fungsi konservasi dari tanaman bambu adalah sebagai berikut

  1. Yang pertama salah satu keunggulan bambu sebagai tanaman konservasi lingkungan adalah kemampuannya dalam menjaga ekosistem air. Sistem perakaran tanaman bambu sangat rapat. Akar-akarnya menyebar ke segala arah, baik menyamping atau pun ke dalam. Lahan tanah yang ditumbuhi rumpun bambu biasanya menjadi sangat stabil. Tak mudah terkena erosi. Oleh karena itu air juga lebih mudah menyerap ke dalam tanah yang ditumbuhi tanaman tersebut.
  2. Tanaman bambu mampu memperbaiki kondisi fisik tanah, tanah yang sudah mengalami kompaksi (pengerasan di permukaan) sehingga susah untuk infiltrasi air/ menyerap air dapat diperbaiki dengan menanami tanaman bambu. Dengan sistem perakaran serabut dan banyak, akar tanaman bambu mampu mengembalikan kegemburan tanah. Disamping itu daun daun bambu yang gugur dalam jumlah yang banyak dan tebal dengan kondisi sedikit keras mampu menjaga kelembaban tanah dalam jangka waktu yang lama, kemudian akan terurai sebagai sumber hara bagi tanah. Struktur tanah dan tektstur tanah dengan sendirinya akan semakin bagus.
  3. Fungsi konservasi lahan dari bambu yaitu manfaat bambu dalam sisi ekologi yang belum banyak dikembangkan terutama dalam kegiatan rehabilitasi lahan kritis. Hal ini merupakan fungsi gabungan dari koservasi tanah dan air dari bambu. Dari segi ekologi, bambu dapat menjaga sistem hidrologis sebagai pengikat air dan tanah. Tanaman bambu yang rapat dapat mengikat tanah pada daerah lereng, sehingga berfungsi mengurangi erosi, sedimentasi dan longsor. Tanaman bambu juga mampu menyerap air hujan yang cukup besar melalui mekanisme intersepsi, sehingga kemungkinan terjadinya aliran langsung dan erosi di atas permukaan lahan dengan dominasi bambu menjadi kecil. Sementara itu, dalam kaitan dengan upaya mitigasi perubahan iklim, pengembangan tanaman bambu juga dapat meningkatkan penyerapan karbon. Dari suatu penelitian, tanaman bambu dapat menyerap lebih dari 62 ton/Ha/tahun karbon dioksida).
  4. Fungsi Konservasi yang menyeluruh mencakup aspek lingkungan yang luas dapat juga tercapai dengan tanaman bambu, karena bambu juga tanaman hijau yang mampu menghasilkan oksigen (udara bersih), mampu meredam polusi baik polusi udara dan polusi air. Nilai lain banyak sekali yang di dapat dari tanaman bambu, yaitu nilai estestika (keindahan) seperti di Jepang dan China, hutan bambu mampu menyerap banyak wisatawan, sehingga meningkatkan pendapatan negara.
  5. Tanaman bambu sebenarnya juga mempunyai sifat tahan kekeringan. Kemampuannya untuk tumbuh di lahan curam pada ketinggian antara satu hingga seribu lima ratus meter di atas permukaan laut juga bagus sehingga sangat berguna untuk menahan tanah dari kelongsoran. Sayangnya, meski punya potensi besar sebagai tanaman konservasi lingkungan maupun sebagai tanaman produktif lainnya, berbagai varietas tanaman bambu di Indonesia pada saat ini dalam kondisi terancam punah.

Ayo Kita Lestarikan Tanaman Bambu !!

Ayo Kita Lestarikan Tanaman Bambu !!

Oleh NURAINI, S.Hut, MP
(PENYULUH KEHUTANAN MUDA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *