Agroforestry dan Manfaatnya

Agroforestry mencakup penggunaan lahan untuk manghasilkan satu atau beberapa produk pertanian dan produk dari hutan yang di usahakan secara berkelanjutan.Agroforestry mencakup penggunaan lahan untuk manghasilkan satu atau beberapa produk pertanian dan produk dari hutan yang di usahakan secara berkelanjutan.Agroforestry dalam bentuk dan wujudnya sangat di pengaruhi oleh beberapa aspek yaitu  aspek ekologi, aspek sosial-budaya, dan aspek ekonomi.

  • Aspek ekologi yang berpengaruh antara lain tingkat kesuburan tanah, curah hujan, topografi dan lainnya tergantung pada potensi alam yang ada.
  • Aspek sosial budaya di pengaruhi tingkat kepadatan penduduk, luas pemilikan lahan, tingkat pendidikan, kebiasaan bertani, agama dan kepercayaan, dan lain-lain.
  • Aspek ekonomi tergantung pada harga suatu komoditi, pemasaran, assebilitas pasar dan keadaan infrastruktur lainnya.

Dengan demikian bentuk agroforestry sangat tergantung karakteristik suatu wilayah, tergantung aspek-aspek di atas. Namun semuanya itu pada hakekatnya di arahkan kepada diversifikasi dan optimalisasi penggunaan lahan.

Macam / Model Agroforestry

1.Agrisilvikultur

Bentuk agroforestry tradisional yang merupakan campuran dari kegiatan kehutanan dan pertanian pangan.

2.Silvopasture

Silvopasture ada yang menyebut hutan ternak, adalah bentuk agroforestry yang merupakan campuran kegiatan kehutanan dan peternakan.

3.Silvofishery 

Silvofishery atau hutan tambak, campuran kegiatan kehutanan di daerah pantai (hutan mangrove) dengan kegiatan perikanan.

4.Farm Forestry 

Farm Forestry atau hutan kebun, adalah agroforestry yang kegiatannya merupakan campuran kegiatan pertanian dan kehutanan di daerah pemukiman (kebun, pekarangan / homegarden) di mana tanaman kehutanan bukan merupakan tanaman utamanya.

5.Hutan Serbaguna

Bentuk agroforestry yang merupakan campuran antara kegiatan kehutanan, pertanian pangan dan peternakan. Pada hutan serbaguna masyarakat dapat mengusahakan ternak lebah (apisilvikultur), ulat sutera (serikultur), memungut hasil hutan / kayu bakar, menanam pangan, dan sebagainya.
Manfaat lain yang seringkali sangat dominan pada hutan serbaguna adalah : camping ground, agrowisata, ekowisata, dan lain – lain.

Keuntungan Agroforestry

1. Keuntungan secara ekonomi1. Keuntungan secara ekonomi

a.Peningkatan keseimbangan hasil pangan kayu bakar, pakan ternak, pupuk dan kayu pertukangan.

b. mengurangi terjadinya kegagalan total tanaman pertanian.

c. Meningkatkan jumlah pendapatan pertanian karena peningkatan  produktivitas dan kesinambungan produksi.

2. Keuntungan secara sosial

a. Peningkatan standar kehidupan di pedesaan melalui penyediaan lapangan kerja yang berkelanjutan dan pendapatan yang lebih tinggi.

b. Peningkatan gizi dan kesehatan karena meningkatnya kualitas dan   keanekaragaman hasil pangan.

3. Keuntungan ekologi / lingkungan

Penggabungan pohon – pohon dengan tanaman pangan pada lahan pertanian memberikan manfaat lingkungan tertentu, baik manfaat ekologi secara umum maupun manfaat yang khas untuk suatu lahan tertentu. Manfaat ekologi umum meliputi :

a. Pengurangan tekanan terhadap hutan.

b. Daur ulang unsur hara yang lebih efisien pada lahan oleh pohon-pohon yang mempunyai perakaran dalam.

c. Perlindungan yang lebih baik bagi sistem ekologi.

d. Pengurangan aliran air permukaan, pencuian unsur hara dan erosi tanah melalui efek rintangan yang di hasilkan oleh akar-akar dan batang pohon pada proses tersebut.

e. Perbaikan iklim mikro, seperti penurunan suhu permukaan tanah dan pengurangan penguapan kelembaban tanah melalui pemulsaan dan penaungan oleh pohon.

f. Peningkatan unsur hara tanah melalui penambahan dan dekomposisi jatuhan serasah.

g. Perbaikan struktur tanah melalui penambahan bahan organik secara tetap dari serasah yang terdekomposisi.

OLEH : NURAINI, S.Hut, MP, PENYULUH KEHUTANAN MUDA

Sumber : dari berbagai sumber baik buku maupun website lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *